Kolam Terpal Menjadi Alternatif Budidaya Bioflok
17 Feb. 2021 | dilihat 850x
Usaha pembudidayaan iklan lele di masyarakat umumnya dilakukan dengan menggunakan wadah untuk budidaya berupa kolam tanah, kolam beton dan kolam terpal.
Bentuk kolam pun ada yang persegi ataupun persegi panjang dengan berbagai macam ukuran, mulai dari 2m x 2m, 3m x 3m, 4m x 2m, 3m x 4m, 4m x 6m, 4m x 8m dan seterusnya.
Dari semua jenis kolam tersebut, kolam terpal saat ini cenderung menjadi salah satu alternatif pilihan terutama pada fase pembesaran pada ikan karena ada beberapa faktor diantaranya :
- Bisa diaplikasikan di berbagai luas lahan, terutama lahan yang sempit.
- Biaya pembuatan yang relatif mudah dan murah
- Bahan baku pembuatan mudah diperoleh
- Mudah dipindah tempatkan
Sementara itu, untuk penerapan sistem bioflok khususnya kolam terpal yang digunakan biasanya berbentuk bulat. Rangka yang digunakan adalah besi wiremesh sehingga lebih kuat untuk menampung beban air dan ikan didalamnya. Kolam bulat juga dipilih karena perawatan dan pemeliharaannya sangat mudah dan selain itu, kolam bulat tidak memiliki titik mati sehingga sangat memudahkan untuk mengecek kualitas dan kuantitas pada air. Diameternya pun sangat beragam, mulai dari 1-5m.
Share:ARTIKEL LAINNYA
Rata Rata Kebutuhan Pakan Harian Ikan Lele Menurut Ukurannya
Kenapa Harus Bioflok?
Manajemen Pemberian Pakan Ikan yang Tepat
Permasalahan yang Dapat Muncul pada Budidaya Sistem Bioflok
Beberapa Hama dan Penyakit Yang Selalu Menyerang Ikan Gurame
Cara Panen Gurame Di Kolam Terpal
Kelebihan Budidaya Ikan dengan Sistem Bioflok
Tahap Penetasan Telur Gurame dan Pemeliharaan Larva